Google Analitic

Kamis, 08 November 2018

Perjuangan Mendirikan Rusto Tempeh, Raja Tempe Jepang dari Grobokan

Oleh: Dahlan Iskan

Raja Tempe Maling Hati Untuk Tamunya


Rustono raja tempe di Jepang didampingi sang istri di pabriknya. Foto: dahlan iskan/disway.


Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam lawatannya ke Negeri Sakura itu, pekan lalu. Inilah tulisan seri pertama.

Selasa, 20 Februari 2018

Menggeluti Bisnis Cuanki Instan
Cerita Sukses Inspirasi Bisnis



Cuamki adalah makanan sejenis bakso lengkap dengan tahu dan mi ini biasanya dijual pedagang keliling dengan tanggungannya berupa dua kotak warna putih atau perak yang khas.

Cuanki memang lebih banyak dijual dengan cara itu karena konon cuanki merupakan kependekan dari "cari uang jalan kaki". Jadi, tidak salah jika ternyata pedagang cuanki berdagang keliling dengan berjalan kaki.

Karena dijual keliling, Anda harus sabar menanti datangnya cuanki. Tapi jika Anda tidak sabar menunggu, ada juga cuanki yang berdagang tetap di satu tempat, lengkap dengan gerobak serta meja dan kursi.

Senin, 24 Juli 2017

Kisah Kaos Sawoong, Entrepreneur Asli Surabaya yang Fokus Dengan Heritage Surabaya

gambar : www.enciety.co

Kisah kali ini, diambil dari sebuah artikel di Jawa Pos. Bagi yang ingin menggeluti bisnis jualan kaos, bisa meneladani kisah Kaos Sawoong berikut ini.

...

Jalan yang dilalui Kuncar dalam merintis Sawoong tidak mulus. Dibutuhkan dua tahun agar kaus kreatif itu dikenal khalayak.

Pada awal-awal produksi, Kuncar sempat menjual kaus dagangannya di bawah harga pasar lantaran banyak yang tidak terjual. Memang, Kuncar merintis Sawoong dengan modal Rp 5 juta untuk membuat seratus kaus.

Kaus-kaus tersebut dijual saat pameran. Dibutuhkan 2–3 pameran agar kaus yang dibeli secara borongan itu ludes. Namun, pameran tersebut pula menjadi jalan alumnus Sosiologi, Unair, itu memperoleh pesanan dalam partai yang besar.

Jumat, 05 Mei 2017

Bikin Jam Tangan Kayu, Pria Ini Raup Omzet Rp 48 Juta / Bulan

Dok : Pala Nusantara

Jam tangan atau arloji merupakan alat penunjuk waktu yang juga berfungsi menjadi aksesoris pergelangan tangan. Terkadang bagi kalangan tertentu, jam tangan menunjukkan eksistensi.

Pandangan tersebut membuat evolusi desain jam tangan begitu cepat. Perusahaan-perusahaan jam tangan berlomba-lomba menghadirkan produknya dengan desain-desain terbaru.

Perkembangan desain jam tangan juga terjadi di Indonesia. Kini desain yang tengah mencuat adalah jam tangan yang terbuat dari kayu. Disadur dari detik.com, salah satu produsen jam tangan kayu yang telah sukses menunjukkan eksistensinya adalah Pala Nusantara.